Mitos atau Fakta Kesehatan Gigi & Mulut
MITOS ATAU FAKTA KESEHATAN GIGI & MULUT
Kebanyakan orang
mempercayai mitos dengan alasan informasi tersebut didapat secara turun temurun
dari orang tua, pernah mengalami sendiri kejadian seperti yang dikatakan dalam
mitos, atau karena banyak orang yang mempercayai sehingga menjadi ikut percaya
tanpa pernah mencari tahu atau menanyakan hal sebenarnya pada dokter gigi yang
pastinya paham mengenai permasalahan dalam kesehatan gigi dan mulut. Agar tidak
semakin salah paham, mari disimak penjelasan mengenai mitos dan fakta yang
sesungguhnya.
- Mitos vs fakta seputar sikat gigi,
mitos ketika “Menyikat gigi dengan bulu
sikat yang keras dan dengan tekanan yang kuat dapat membuat gigi kita lebih
bersih”. Fakta,
“Menyikat gigi
dengan bulu sikat yang keras dan dengan tekanan yang kuat dapat melukai gusi
dan gigi”. Karena itu
sikatlah gigi dengan sikat berbulu lembut menggunakan tekanan ringan namun
merata pada semua permukaan gigi dengan durasi ideal antara 2 hingga 3 menit.
- Mitos,
“Sikat gigi
langsung setelah selesai makan itu baik”. Fakta, “Sikat gigi langsung setelah makan dapat membuat lapisan email gigi lebih
mudah terlarut”. Keadaan rongga mulut setelah
makan itu asam setelah makan dapat membuat
lapisan email gigi lebih mudah terlarut. Karena itu sikatlah gigi dengan sikat berbulu lembut menggunakan tekanan
ringan namun merata pada semua permukaan gigi dengan durasi ideal antara 2
hingga 3 menit.
- Mitos, Mencabut gigi dapat menyebabkan kebutaan/kerusakan syaraf mata. Fakta, Mencabut gigi tidak
menyebabkan kebutaan/kerusakan syaraf mata. Saraf gigi dan
saraf mata berasal dari cabang yang berbeda. Mata dipersarafi oleh saraf optalmikus sedangkan gigi dipersarafi oleh
saraf maksilaris dan mandibularis. Sehingga tidak perlu khawatir bila dilakukan
tindakan pencabutan gigi.
- Mitos, Tidak usah ke dokter gigi selama gigi tidak sakit. Benarkah? Fakta,Sebaiknya tetap harus berkunjung ke dokter gigi secara rutin minimal
setiap dua kali dalam setahun tanpa melihat kondisi gigi Anda saat ini”. Hal ini dikarenakan
terkadang hanya dokter gigi yang bisa melihat masalah pada gigi yang mungkin
ada tapi tidak kita sadari. Anda justru bisa mengetahui
kondisi kesehatan gigi dan mulut mulai dari masalah bau mulut, kesehatan gusi,
keberadaan plak dan karang gigi dan sebagainya sehingga perawatan pada tahap
awal bisa dilakukan dengan segera.
- Mitos, Tidak perlu merawat gigi anak karena nantinya akan diganti dengan gigi
tetap”. Fakta, Perawatan pada
gigi anak sangat penting dilakukan sejak gigi susu mulai tumbuh. Gigi berperan penting dalam proses pengunyahan makanan yang berhubungan
dengan asupan nutrisi anak dan mempengaruhi tumbuh kembang anak secara umum. Selain itu, apabila anak
memiliki gigi susu yang banyak berlubang juga dapat mempengaruhi perkembangan
gigi tetap penggantinya.
Sangat membantu π, Terimakasih kakak π
BalasHapusTrimaksih yaa :)
HapusSangat membantu sekali kak. Trimakasiii infonyaπ
HapusSangat membantu π, Terimakasih kakak π
BalasHapusSangat membantu sekali
BalasHapusππ
BalasHapusThankyou infonya hasian
BalasHapus